Hadis Mu’allaq menurut bahasa adalah isim maf’ul yang berarti
terikat dan tergantung. Hadis Mu’alaq menurut
istilah adalah hadis yang gugur perawinya, baik seorang, baik dua orang, baik
semuanya pada awal sanad secara berurutan.
Contohnya:
لا
تقا ضلو بين الاْ نبياء
Artinya “janganlah
kalian melebih-lebihkan di antara para nabi”
Dari hadis diatas
“bukhari meriwayatkan dari Al-Majisyun dari Abdullah bin Fadhl dari Abu Salamah
dari Abu Hurairah Radhiallahu Abhu, dari Nabi Sallallahu Alaihi wa sallam
bersabda,
Pada hadis diatas ,
Bukhari tidak pernah bertemu Al-Majisyun.
Hukum Hadis Mu’allaq: Hadis Mu’allaq adalah hadis yang mardud(di tolak) karena gugur
dan hilang salah satunya syarat diterimanya suatu hadis yaitu bersambungnya
sanad, dengan cara menggugurkan seorang atau lebih dari sanadnya tanpa dapat
kita ketahui keadaanya.
Diriwayatkan dengan
jelas dan tegas dengan sighat jazm contoh: qala, dzakara, dan haka maka apabila
hadis ini ada seperti kata-kata tersebut maka hadis itu di hukumi shahih. tapi jika diriwayatkan
dengan sighat tamridh seperti contoh di katakana, disebutkan, di ceritakan maka
hadis tersebut tidak dipandang shahih semuanya, akan tetapi ada yang shahih,
hasan,dan dhaif.
Loading...
1 Response to "Hadis Mu'allaq dan Hukumnya"
yupz. makasiii
Post a Comment